Diberdayakan oleh Blogger.









'

Racing

OSIS

Prestasi Siswa

Cerpen Siswa

LABEL

Artikel

Pengaruh Hafalan Al-Qur’an, Kemampuan Matematika dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMPIT Abu Bakar Yogyakarta


Oleh Ust Ahmad Agus Sofwan
Kepala Sekolah SMAIT ABU BAKAR

Sekolah Islam Terpadu Lakukan Transformasi Pendidikan

Sementara itu, sekolah-sekolah Islam terpadu (SIT) di Yoyakarta telah melakukan transformasi pendidikan berbasis pembinaan karakter. 

Melalui musyawarah wilayah (musywil) yang diselenggarakan di gedung aula SMPIT Abu Bakar Yogykarta, Sabtu (19/1), jaringan sekolah tersebut merumuskan program pembelajaran serta pembinaan komunikasi guru.

Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), Sumedi mengatakan, pihaknya akan merubah status SIT dari good school menjadi great school. Karena itu, perlu adanya perubahan teknis dari segi penyampaian materi dan kurikulum.

''Kami memang mengacu pada kurikulum nasional, namun kami juga mempunyai kurikulum standar JSIT,'' kata Sumedi pada Republika di sela-sela kegiatan Muswil tersebut, Sabtu (19/1).

Menurutnya, kurikulum baru yang tengah disosialisasikan oleh Kemenerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), sudah sejak awal diterapkan oleh SIT DIY. Pasalnya, selain materi pembelajaran, dia menilai, pembinaan karakter merupakan poin terpenting yang perlu diajarkan.

Sekertaris Yayasan SDIT Lukman Al-Hakim, Rahman Sudiyo menyatakan, berbeda dengan sekolah umum lainya, di sekolah yang dia bina tersebut, setiap pelajaran sudah mempunyai muatan pendidikan karakter. Dengan begitu, kepribadian siswa dapat dibangun bukan hanya dalam pada pelajaran moral semata.

''Hal semacam itu yang kami sebut, integrasi pembelajaran,'' kata Rahman.

Muswil tersebut dihadiri oleh 152 peserta yang merupakan para kepala serta wakil kepala sekolah dari 76 SIT di seluruh wilayah DIY. Dalam acara tersebut Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Provinsi DIY berkesempatan membuka kegiatan per tiga tahun itu.

Peran Boarding School Pada SMP IT Abu Bakar Yogyakarta Sebagai Salah Satu Upaya Penerapan Pendidikan Karakter

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang program boarding school dan perannya terhadap karakter siswa. Penelitian ini difokuskan pada: proses pembentukan pendidikan karakter siswa di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta, dan peran boarding school terhadap pendidikan karakter bagi peserta didik program boarding school SMP IT Abu Bakar Yogyakarta. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi, wawancara, pengamatan (observasi), dan angket. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive dan snowball sampling. 

Upaya untuk meningkatkan objektivitas dan kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses pembentukan pendidikan karakter di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta menggunakan proses keteladan, membimbing, membantu, keputusan moral, dan transformasi batin. Di samping itu, SMP IT Abu Bakar Yogyakarta juga menggunakan program 10 muwashofat yang mengacu pada grand desain pendidikan karakter untuk menerapkan pendidikan karakter. 

Peran boarding school terhadap pendidikan karakter siswa adalah membentuk karakter siswa dan menjadikan karakter yang baik sebagai kebiasaan siswa. Kata kunci: pendidikan karakter, boarding school
http://eprints.uny.ac.id/8026/

ATAS NAMA CINTA

Oleh : Ma’ruf
Bagi kalangan remaja rasa suka alias cinta menjadi konsumsi yang menjadikan dunia mereka sangat khas. Katanya bukan remaja jika tidak ada cinta (cinta dengan lawan jenis). Bukan remaja tulen jika tidak ada cinta, dengan romantika perjalanan nya tentunya.
Banyak remaja yang kalau berbicara tentang cinta, berperilaku cinta atau kalau ditanya tentang cinta, mereka sering mengatasnamakan cinta dalam rangka pembenaran pendapat mereka atau perilaku mereka. Apalagi kalau sudah dianggap sebuah kebutuhan. Secara pribadi saya belum pernah melakukan penelitian tentang perilaku remaja tentang cinta, namun hati saya merasakan suatu perkembangan yang sangat memprihatinkan. Bisa kita cermati di lapangan/masyarakat betapa banyak remaja kita yang terjerumus pada pergaulan bebas dan narkoba. Coba lihat berita-berita di televisi atau di media cetak yang vulgar. Ternyata kasus remaja sangat besar. Betapa perilaku zina sudah menjadi hal yang biasa tanpa beban. Betapa akhlak remaja begitu drastis turun memprihatinkan.
Saya pernah berdiskusi dengan remaja-remaja. Mereka mengatakan: “yah wajar namanya dunia remaja. Darah muda gitu”. Punya pacar. gonta-ganti pacar, surat-suratan (jaman dulu, sekarang kuno), boncengan, ketemuan, acara bareng dan hubungan-hubungan yang lebih dalam lagi menajadi sebuah jawaban perasaan-perasaan hati yang mereka cari. Saya beberapa kali menemukan di masyarakat remaja putri yang hamil akibat hubungan cinta mereka. Tentunya bukan sebuah paksaan namun sebuah suka rela walau awalnya dirayu-rayu tetapi pada akhirnya suka rela juga.   Begitu terjadi berulang-ulang di masyarakat Indonesia, seperti tidak mengambil pelajaran dari kasus-kasus sebelumnya. Saya yakin atas nama cinta ini terulang-ulang. Bahkan seorang bapak pun bisa mengatakan wajar anak gadisnya suka sama teman prianya alias pacarnya. Sedih kalau anaknya tidak punya teman dekat (baca : pacar). katanya tidak gaul.
Bukti nyata lagi bisa kita cek diapotik-apotik yang menyediakan kondom secara gratis atau dengan harga murah. Penulis menenukan dua orang pembeli yang ingin membeli tetapi caranya aneh. Bukan kondom tetapi justru alat tes kehamilan. Membeli dengan cara tidak menyebut nama barang namun dengan cara menunjuk barang itu, ketika memilihpun dengan cara menunjuk barang itu tanpa kata-kata. Petugasnyapun hanya menyebut harganya, tidak menyebut baranganya (sudah faham). Setelah saya perhatikan wajah sang pembeli itu, ya kira-kira yang satu seusia kelas 9 SMP dan yang satu seusia kelas 10 SMA.  Ada apa ini? Disebuah apotik yang saya temui disana tertera sebuah tulisan yang intinya sedia kondom gratis. Hebat bukan? Bebas siapapun bisa pesan.
Dari sedikit yang saya sampaikan ini pertanda perlunya perjuangan yang berat untuk mendidik keluarga-keluarga-keluarga muslim, remaja-remaja muslim dan masyarakat kita agar tidak terjerumus dalam pemikiran-pemikiran liberal sehingga mereka terjerumus dalam perzinaan. Agar masyarakat kita tidak permisif (cuek terhadap perilaku-perilaku bebas dalam pergaulan). Perlunya pembinaan masyarakat agar selalu faham dan taat pada agamanya (Islam) sehingga tahu mana yang benar dan salah dan mengamalkannya. Serta mampu menyaring pandangan-pandangan yang masuk dari dunia luar.
Bukanlah suatu tanggungjawab yang mudah sehingga butuh keterlibatan banyak fihak. Apalagi pembinaan untuk remaja yang sekarang sedang terkena “sihir-sihir” media sampai masuk ke tulang sumsum hati mereka, dan mempengaruhi kehidupan perilaku mereka. Agar mereka sadar dan tidak tertipu sebagaimana tertipunya para kaum musa as yang melihat ular tukang sihirnya fira’un. Padahal itu hanyalah tali yang berserakan.
Yang sedikit ini moga manfaat. Makruf_81@yahoo.com

YANG DILAKUKAN DALAM MASA KRISIS

By Agus Purnomo : Pembina Ekstra Jurnalistik SMPIT ABY           
 Perjalanan kehidupan manusia selalu dihiasi oleh rangkaian masalah. Baik itu masalah yang besar maupun masalah yang kecil. Sejak manusia lahir hingga dewasa akan menemui banyak problematika kehidupan. Bohong jika ada seseorang yang mengatakan bahwa ia tidak mempunyai masalah hidup. Karena baik itu orang kaya, miskin, pejabat, guru, pengusaha, pelajar dan lainnya selalu diliputi oleh masalah.
            Rosulullah SAW adalah manusia yang mempunnyai segudang masalah besar. Karena tugasnya penyampai risalah agung. Sejak kecil, beliau tidak pernah mendapat kasih sayang kedua orang tua karena mereka telah meninggal. Pada umur tujuh tahun beliau sudah diajak untuk berwirausaha bersama paman jauh ke negeri Syam. Tantangan kian besar saat wahyu turun dan Muhammad diperintahkan untuk menyebarkan risalah suci.
            Tantangan kian berat terutama awal wahyu diturunkan, rosulullah menggigil dan pada saat itu beliau hanya ditemani istri tercinta, Khadijah. Di sisi lain dakwah periode makkah ini baru sedikit pengikutnya, sementara tekanan kaum quraysi kian berat. Pernah suatu ketika manusia agung itu disiram dengan isi perut Unta ketika tengah berada di ka’bah.
Percikan Kilat Ditengah Badai Krisis
            Ada yang yang menarik dan sarat ibroh dalam perjalanan dakwah rosulullah saat perang khandak. Pada saat itu musim dingin tengah tiba, sementara itu rosulullah dan kaum muslimin dikepung oleh para munafikin dan yahudi yang licik. Suasana krisis belum berhenti sampai di situ, kaum muslimin pun dilanda kelaparan. Dipihak lawan, pasukan quraysi sedang menuju dan bersiap-siap menyerang.
Suasana sangat mencekam, dan tentu saja taruhannya adalah nyawa. Secara fisik kaum muslimin kelaparan belum lagi hawa dingin yang merasuk hingga ke tulang. Sementara itu secara psikologis mereka tengah diguncang tekanan dengan hebat karena pengepungan musuh dari dalam dan luar Madinah.
            Kejadian luar biasa itu terjadi saat penggalian parit khandak berlangsung. Kaum muslimin mendapati batu besar dalam penggalian. Kemudian mereka mengadukan hal itu kepada rosulullah. Maka beliaupun datang sambil membawa cangkul kemudian mengucapkan, “Bismillah”. Selanjutnya langsung memukul batu itu dengan sekali pukulan hingga mengeluarkan percikan bunga api. Kemudian mengucapkan, “Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku kunci-kunci kerajaan Syam. Demi Allah, saat ini aku benar-benar melihat istana-istananya yang (penuh dengan gemerlapan).” Kemudian beliau memukul tanah itu untuk yang kedua kalinya. Maka terpecahlah sisi yang lainnya. Lalu beliaupun bersabda, “Allahu Akbar, telah diberikan kepadaku negeri Persia.
            Demi Allah, aku benar-benar melihat istana kerajaannya yang penuh dengan gemerlapan sekarang ini.” Lantas beliau memukul tanah itu untuk yang ketiga kalinya seraya mengucapkan, “Allahu Akbar”. Maka terpecahlah bagian yang tersisa dari batu itu. Kemudian beliau bersabda, “Allahu Akbar, aku benar-benar diberi kunci-kunci kerajaan Yaman. Demi Allah, aku benar-benar melihat pintu-pintu Shan’a dari tempatku ini” (Al-Mubarakfuri, 2005).
            Ada optimisme yang dibangun di situ, di tengah rasa lapar, lelah, dingin, dan kekhawtiran yang mencekam. Dalam suasana krisis itu, rosulullah malah bersabda bahwa kerajaan Syam, Persia dan Yaman akan ditaklukan. Dan ini adalah perkataan rosulullah, ya ini adalah perkataan rosulullah yang sidiq. Kontans kaum muslimin pun bangkit seamangatnya dan kian kuat azzamnya. Peran khandak pun dimenangkan oleh kaum muslimin. Dan benarlah ucapan kekasih Allah tersebut, kerajaan-kerajaan besar terkuasi dikemudian hari.
Membangun Opmtimisme
            Sebagai seorang muslim kita memang tidak pernah lepas dari permasalahan. Namun kita juga harus meyakini bahwa Allah akan memberi jalan keluar pada tiap permasalahan. Memang jalan keluar itu tidak datang dalam sekejap mata. Atau datang hanya dengan berdoa saja. Pertolongan itu akan datang karena kita juga bekerja. Maka yang pertama dilakukan dalam masa krisis adalah menumbuhkan sikap optimis.
            Optimis adalah sebuah keyakinan bahwa kita dapat menyelesaikan sebuah permasalahan. Optimis kemudian bekerja memacu otak dan tenaga untuk bergerak maksimal menemukan jalan keluar. Setelah itu mereka (otak dan tenaga) akan bekerja secara harmonis dan terus berlangsung secara sistematis.
            Secara praksis lapangan, kekuatan yang muncul dari sikap optimis yang pertama kita akan membuat perencanaan. pada tahap ini kita akan menganilisis permasalahan secara mendalam. Kemudian mencari jalan keluar dengan cara yang objektif dan rasional. Itulah mengapa orang-orang sukses adalah orang-orang yang bekerja secara rasional bukan dengan cara irrasional seperti mendatangi dukun, memakai jimat atau berdoa dikuburan. Dalam perencanaan itu, kita mematoknya dengan target dan timing. Sehingga apa yang kita lakukan kelak adalah sebuah kerja yang tersusun.
            Kedua, sikap optimis memompa kerja dalam nafas panjang. Kerja seorang yang optimis akan sungguh-sungguh dan berlangsung lama. Ia akan memacu saraf dan otot untuk terus bergerak dalam masa sulit sekalipun. Kalaupun merasa letih, letih yang menyapa adalah karena sifat manusiawi bukan letih hati yang mematikan kesuksesan.
            Optimis kita adalah keyakinan bahwa Allah akan memberi pertolongan. Meyakini bahwa Allah sedang memberi ujian agar kita menjadi insan yang lebih baik. Oleh karenanya optimisme kita tidak dibangun atas landasan yang kosong, ia dibangun pada sebuah keimanan kepada Allah yang pasti menolong hambanya dan Dia tidak pernah ingkar janji.
“bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rosul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kami akan dikembalikan kepada (Allah) yang maha mengetahui yang gai dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (At-taubah 105)             



Sekolah Islam terpadu, Mencetak Generasi Penghafal Qur’an

Seperti diketahui khalayak umum, sekolah Islam Terpadu (IT) berbasis pada keterpaduan antara ilmu sains dan Islam. Dalam kurikulum dicantumkan Tahfizul Qur’an atau mata pelajaran menghafal Al Qur’an serta sisipan muatan spiritual dalam mata pelajaran umum.

Pendidikan tahfidzul Qur’an tradisional masih diselenggarakan oleh TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an).Namun seiring dengan makin tersibuknya siswa siswi SD, SMP, dan SMA membuat mereka tak lagi sempat dan mau pergi ke TPA. Sedangkan untuk menghafal Al Qur’an secara menyeluruh dan khusus harus dilakukan di podok pesantren yang belum mengakomodir kebutuhan mereka memperdalam ilmu sains secara bersamaan. Sedangkan keluarga penghafal Qur’an di Indoneisa bisa dihitung dengan jari.

Lalu di tengah krisis para hafidz yang sekaligus ilmuan mulailah muncul sekolah-sekolah Islam Terpadu yang mengakomodir pada siswa-siswi menghafal Al Qur’an sekaligus belajar mata pelajaran sekolah pada umumnya. Memang mata pelajaran Tahfidz tidak menjadi yang utama tapi disamakan porsinya dengan mata pelajaran lain seperti matematika, bahasa inggris, dan IPA namun kontinuitasnya membuat mata pelajaran Tahfidzul Qur’an yang diajarkan di sekolah menjadi penting dan berarti.Di beberapa sekolah mata pelajaran Tahfidz diajarkan setiap hari. Setidaknya dalam 1 tahun bersekolah di TKIT siswa menghafal 1 juz (juz 30), SDIT memasuki juz 29 dan 28 serta murojaah (mengulang kembali), dan saat SMP dan SMA diharapkan siswa mampu menguasai 5 juz Al Qur’an.

Seiring dengan berjalannya waktu dan pesatnya sekolah berbasis IT maka semakin banyaklah penghafal Qur’an (belum taraf seluruhnya, hanya sebagian juz saja). Walaupun begitu sekolah IT mampu mengembalikan budaya menghafal Al Qur’an di tengah masyarakat Indonesia yang lebih mengutamakan dan menghargai pendidikan akademis.

Semisal kita hitung ada 30 sekolah islam terpadu yang lulusannya mampu mengusai 1 juz (juz 30 saja) maka akan memberi kontribusi 900 penghafal Al Qur’an per tahun (1 sekolah diasumsi meluluskan setidaknya 30 siswa setiap tahun). Dalam lima tahun ke depan bukan tidak mungkin kebanyakan siswa siswi di lulusan IT seluruhnya sudah menguasai juz 30. Bukankah itu luar biasa? 


Sayangnya kebanyakan siswa sekolah IT tak melanjutkan jenjang yang lebih tinggi di sekolah yang sama, ada yang memilih sekolah negeri karena dipandang lebih memiliki prospek ke depan. Siswa yang meninggalkan bangku sekolah IT memiliki kesulitan dalam memelihara hafalannya karena budaya menghafal al qur’an tidak di bawa ke rumah rumah mereka. Maka tak heran banyak siswa lulusan IT yang menurun jumlah hafalannya padahal pernah menguasai 5 juz lancar di luar kepala.

Terlepas dari hal itu kita harus mengakui pentingnya sekolah IT dalam membumikan Al Qur’an di Indonesia. Perannya sebagai lembaga sekolah formal yang diakui pemerintah dalam hal mutu juga patut menjadi pelajaran bagi sekolah sekolah islam pada umumnya. Dalam menghadapi era global tentu kebutuhan akan ilmuan yang tak hanya pandai dalam hal akademis tapi juga dalam akhlaq dan spiritualitasnya menjadi kebutuhan yang pokok. Karena teknologi yang berkembang sedemikian pesatnya takkan mampu mengubah peradaban manusia menjadi lebih baik tanpa individu-individu yang memiliki keterpaduan pengetahuan sains dan Islam.

Ana Uswatun K, alumni pertama TKIT Mu'adz Bin Jabal, SDIT Luqman Al-hakim dan SMPIT Abu Bakar

Arti Orang Tua

Konon di Jepang dulu pernah ada tradisi membuang orang yang sudah tua ke hutan. Mereka yang dibuang adalah orang tua yang sudah tidak berdaya sehingga tidak memberatkan kehidupan anak-anaknya.

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang berniat membuang ibunya ke hutan, karena si Ibu telah lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si Ibu yang kelihatan tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon yang bisa diraihnya lalu mematahkannya dan menaburkannya di sepanjang jalan yang mereka lalui.

Sesampai di dalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan Ibu tersebut dan mengucapkan kata perpisahan sambil berusaha menahan sedih karena ternyata dia tidak menyangka tega melakukan perbuatanini terhadap ibunya.

Justru si Ibu yang tampak tegar, dalam senyumnya dia berkata,"Anakku, Ibu sangat menyayangimu. Sejak kau kecil sampai dewasa Ibu selalu merawatmu dengan segenap cintaku. Bahkan sampai hari ini rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun. Tadi Ibu sudah menandai sepanjang jalan yang kita lalui dengan ranting-ranting kayu. Ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai di rumah..."

Setelah mendengar kata-kata tersebut, si anak menangis dengan sangat keras, kemudian langsung memeluk ibunya dan kembali menggendongnya untuk membawa si Ibu pulang ke rumah. Pemuda tersebut akhirnya merawat Ibu yang sangat mengasihinya sampai Ibunya meninggal.

Orang tua bukan barang rongsokan yang bisa dibuang atau diabaikan setelah terlihat tidak berdaya. karena pada saat engkau Sukses atau saat engkau dalam keadaan Susah, hanya orang tua yang mengerti kita dan batinnya akan menderita kalau kita susah.

Orang tua kita tidak pernah meninggalkan kita, bagaimanapun keadaan kita, walaupun kita pernah kurang ajar kepada orang tua... Namun Bapak dan Ibu kita tetap mengasihi kita.

Mulai sekarang mari kita lebih mengasihi orang tua kita selagi mereka masih hidup.

Sekolah Islam Terpadu Mengajari Anak Jujur

Jujur adalah sebuah kata yang sangat mahal harganya. di zaman sekarang ini susah sekali mendapatkan orang jujur. karena kejujuran berarti mempertaruhkan kehidupan duniawi. tapi apalah artinya kehidupan duniawi bagi orang-orang yang beriman. itu tak lebih hanya hiasan belaka yang suatu saat pasti akan lusuh dan ditinggalkan.
Bermula dari pemikiran di atas, maka aku mengarahkan anak-anakku untuk selalu bersikap jujur. sehingga dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari kami selalu tampak harmonis dan menerima dengan ikhlas apapun yang akan terjadi atau apapun yang terlihat dan nampak di depan mata.
untuk mendukung program rumah tangga kami dalam menciptakan anak-anak yang jujur, kami menyekolahkan anak-anak pada sekolah Islam Terpadu. Alhamdulillah, kejujuran memang sangat ditanamkan. anak-anak saya tidak ada yang berniat ataupun melakukan contek mencotek. apalagi berusaha mencari bocoran soal. ketika saya pancing anak saya dengan pertanyaan : “nak, kenapa tidak ke rumah tetangga sebelah yang bisa memberikan jawaban untuk UN besok?”. Beginilah jawaban anakku : “bu, itu dosa, untuk apa aku belajar susah payah selama ini? untuk apa guruku mengajari selama ini? untuk apa ayah dan ibu memintaku jujur selama ini?”
Oh, alangkah bahagia hatiku tatkala mendengar jawaban tersebut, yang bisa keluar dari mulut anak SD Islam Terpadu.  ternyata di sekolah tersebut betul-betul menanamkan nilai-nilai kejujuran.
Selain itu ada yang membanggakan bagi kami, anak-anak betul-betul diperhatikan satu per satu. tidak ada jarak antara guru dan murid, ketika suatu saat saya melihat anak saya bergelayut di lengan sang guru, sang guru malah tampak senang dan bercengkrama dengan mereka. aku membayangkan jika ini terjadi di sekolah SD Negeri, sudah dapat dipastikan anak-anak tersebut akan dimarah. hadauuuu…… Lantas jika dilihat gaji guru-guru Sekolah Islam Terpadu tersebut, ternyata jauh dibawah gaji guru-guru yang berstatus pegawai negeri. Jadi siapakah sebetulnya yang layak menuntut kenaikan gaji? Siapa yang layak disebut guru yang berbakti? Siapa sebetulnya yang layak disebut Guru?
Semua masih dalam kelam.
*)Sumber : edukasi.kompasiana.com

Perbedaan Kompetensi Sosial Pada Siswa Program Boarding School Dan Fullday School

By : Fitri Kussumawati

Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi sosial siswa Boarding School dan siswa Fullday School.

Metode penelitian : Variabel bebas yaitu program pendidikan, variabel tergantung yaitu

kompetensi sosial.

Hasil penelitian : Hasil penelitian diperoleh nilai t sebesar 5,867 dengan p:0,000 atau

p<0,01. Artinya terdapat perbedaan tingkat kompetensi sosial yang sangat signifikan antara siswa Boarding School dengan siswa fullday school, yaitu siswa Fullday School (mean : 157,89) memiliki tingkat kompetensi sosial lebih tinggi dibandingkan siswa Boarding School (mean : 139,89)

Kesimpulan : Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis diterima, karena hipotesis yang diajukan oleh peneliti yaitu ada perbedaan kompetensi sosial antara siswa Boarding School dan siswa Fullday School, yaitu siswa yang mengikuti program Fullday School memiliki kompetensi sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti program Boarding School.




http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=126&ved=0CDIQFjAFOHg&url=http%3A%2F%2F118.97.11.134%2Farchivelama%2Fskripsi%2FPsikologi%2F131010131012007-skripsi-psikologi-uad-perbedaan-kompetensi-sosial-pada-siswa-program-boarding-school-dan-fullday-school.pdf&rct=j&q=SMPIT%20ABU%20BAKAR%20YOGYAKARTA&ei=F_dETsnxNpHorQed7YXrAw&usg=AFQjCNFcTLXunlR6n2pC1rN2mDfy3HW-ig&cad=rja

Kecerdasan Moral, Penyesuaian Diri Sosial, Siswa Boarding School

By : NURLISA FITRI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan moral dengan penyesuaian diri sosial siswa boarding school di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan moral dengan penyesuaian diri sosial siswa boarding school SMP Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta.



Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 83 siswa-siswi yang mengikuti program boarding school di SMP IT Abu Bakar Yogyakarta dan tersebar di 4 asrama yang berbeda. Yaitu, asrama Aisyah dan asrama Khansa untuk yang putri dan asrama Abu Bakar As-shidiq dan asrama Khalid bin Walid untuk yang putra. Tehnik pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan tehnik cluster random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian diri sosial dan skala kecerdasan moral. Analisis data dengan menggunakan tehnik korelasi dari Pearson's product moment dengan program SPSS 16.00 for Windows.



Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan moral dengan penyesuaian diri sosial, yang memiliki koefisien korelasi (rxy) = 0,793 dan p = 0,00 (p < 0,001). Semakin tinggi tingkat kecerdasan moral maka semakin tinggi pula penyesuaian diri sosial siswa boarding school SMP IT Abu Bakar Yogyakarta. Sebaliknya semakin rendah tingkat kecerdasan moral siswa maka semakin rendah pula penyesuaian diri sosialnya. Kecerdasan moral mempengaruhi penyesuaian diri sosial siswa boarding school Abu Bakar Yogyakarta sebesar 63 % yang ditunjukkan dengan R square = 0.630. http://digilib.uin-suka.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=digilib-uinsuka--nurlisafit-6300

Alasan kenapa ABY bertahan di Blog bukan Website

Jika Anda Orang yang keranjingan dengan dunia maya atau internet, anda tentu sudah tidak asing lagi dengan Istilah “Blogger”, sebutan bagi orang yang hobby Ngeblog. Blog sangat IDEAL untuk berbagi informasi kepada orang lain. Baik lah kita langsung saja dengan pokok permasalahan yang akan kita kupas, tentang kelebihan Blog .

Blog mempunyai kelebihan berikut ini dibandingkan dengan website:

1. Sebuah blog sangat MUDAH mengupdatenya, karena template blog sudah tersedia sangat BANYAK di Internet. Anda tidak perlu bisa mendesain gambar, namun anda hanya fokus ke tulisan yang ada di blog.

2. Dengan blog, anda sekaligus belajar search engine. Karena secara alami blog sudah dibuat untuk supaya bisa ranking di urutan teratas di search engine. Jika anda ingin sekali belajar search engine, maka blog adalah jalan yang TEPAT.

3. Blog adalah media komunikasi dua arah yang sangat IDEAL, dimana website biasanya kesulitan untuk menerima feedback atau masukan dari orang lain, tidak dengan blog. Dengan blog, siapa saja bisa memberikan komentar dan terlibat dalam sebuah topik atau artikel. Dengan adanya komentar dari orang lain, maka blog akan selalu terupdate, baik dari artikel pemilik blog atau komentar dari pengunjung blog. Dengan mudahnya blog terupdate maka search engine akan semakin senang dan
memberikan ranking yang bagus bagi blog.

4. Blog juga merupakan sarana promosi yang sangat DAHSYAT dikarenakan dengan mudah kita bisa memasang banner atau link ke website yang lain atau memberikan review mengenai produk/jasa tertentu yang kita promosikan.

5. Blog juga merupakan alat edukasi yang sangat baik. Dengan blog kita bisa mengajak pengunjung untuk belajar dan membaca mengenai pemikiran/opini kita terhadap sesuatu, dengan demikian, mereka akan memandang kita sebagai orang yang expert di bidang tertentu.

Itulah 5 kelebihan blog yang Harus diketahui bagi yang hobby dengan pengguna internet wabil khusus bagi para peblogger mania.
Jumlah blog di Indonesia saat ini sudah hampir tidak terhitung banyaknya, apalagi di dunia. Satu orang bisa mempunyai lebih dari 1 blog.

Blog bahkan dapat menyebabkan kecanduan, keranjingan, dan keengganan untuk beranjak dari komputer anda. Dengan blog anda dapat sharing, berbagi, menghibur, cerita, bertukar pikiran, dlsbnya. IDE apa saja bisa dituangkan ke dalam sebuah blog, mulai dari: politik, agama, olahraga,buku, bisnis, obrolan ngalor ngidul, gosip, dan lain sebagainya…

Mohon Doa dan Restu

Maha Suci Allah yang telah menciptakan Mahkluk-Nya
berpasang-pasangan
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah
kami nikahkan Putra-Putri kami

Galih Aryo Utomo

dengan

Ema Listianingsih


Untuk mengikuti sunnah Rasulmu dalam rangka
membentuk Keluarga yang
Sakinah Mawaddah Wa Rahmah

Akad Nikah telah dilaksanakan pada:
Hari Senin, 14 Desmeber 2009
Pukul : 08.00 WIB
Bertempat di Masjid Nurul Hikmah
Pakem Sleman Yogyakarta

IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE TAI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR & PEMAHAMAN KONSEP DALAM MATA PELAJARAN FISIKA DI SMPIT ABY

By : IMAM MUHTADI - 03460506, Fakultas Sain dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan pemahaman konsep dalam mata pelajaran Fisika. Selain itu juga untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research / CAR), yang meliputi proses perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang proses tersebut masuk dalam suatu siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP IT Abu Bakar Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009. Keberhasilan pembelajaran ini dapat ditunjukkan dengan keberhasilan proses dan keberhasilan produk. Keberhasilan proses meliputi peningkatan aktivitas siswa yang diperoleh melalui lembar observasi. Keberhasilan produk berupa peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep dalam mata pelajaran Fisika. Data pelaksanaan pembelajaran di analisis dengan analisis deskriptif, sementara keberhasilan produk dianalisis berdasarkan penelitian kualitatif dengan menggunakan persentase keberhasilan.

Hasil analisis Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa (yang dapat dilihat pada lembar observasi), dan adanya peningkatan hasil belajar dan pemahaman konsep dalam mata pelajaran Fisika (yang dapat dilihat dari hasil pre-test dan post-test) dengan metode pembelajaran Cooperative tipe TAI (Team Assisted Individualization). Jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas standar keberhasilan untuk pre-test siklus I sebesar 52,77 %, post-test siklus I sebesar 88,88 %, pre-test siklus II sebesar 11,11 %, post-test siklus II sebesar 86,11%, pre-test siklus III sebesar 11,11%, post-test siklus III sebesar 86,11%. Hasil belajar siswa meningkat dengan rata-rata 62,04%.Untuk pemahaman konsep dilihat dari hasil jawaban siswa dalam soal uraian. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas standar keberhasilan untuk siklus I sebesar 97,22 %, siklus II sebesar 80,55 %, dan siklus III sebesar 86,11%. Rata-rata hasil soal uraian adalah 87,96 %.

Copyrights : Copyright � 2009 by Perpustakaan Digital UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.


Komik yang Ciamik di Mata Remaja

By: Tim Reportasis SMP IT Abu Bakar Yogyakarta
Kita tahu banyak sarana untuk mengisi waktu luang; ada televisi, majalah, komik, dan lain sebagainya. Di sini kita akan membahas tentang komik. Menurutmu "what is comic?". Komik adalah karya sastra yang berbentuk gambar disertai percakapan. Dengan bentuk animasi yang lucu, jalan ceritanya yang menarik dan cover-nya yang bagus membuat seseorang untuk membaca komik.Banyak orang bilang komik itu banyak pengaruh negatifnya. Sebenarnya komik punya banyak sisi positif juga, antara lain dapat dibaca di waktu luang, dapat menghilangkan rasa bosan, dan dapat menyemangati kita. Kalau membaca kan dapat ikut termotivasi, atau kalau komiknya tentang ilmu pengetahuan kita bisa bertambah pintar. Selain itu mudah menangkap pelajaran yang ada dalam komik. Apalagi kalau ada komik Islami, iman dan pengetahuan agama kita lebih kuat. Tapi... sepertinya komik islami masih sedikit ya?

Tapi betul juga komik itu berpengaruh negatif bagi kita. Seperti kalau kita tidak pandai membagi waktu. Jam belajar terkurangi, kewajiban banyak yang terbengkalai, buang-buang waktu, lupa ngaji, dan sholat. Apalagi sampai lupa mandi, ihh... na'udzubillah! Komik dapat membuat si pembaca menjadi kecanduan untuk membaca lagi, lagi, dan lagi. Komik juga bisa membuat orang yang membacanya berubah drastis dari baik ke jahat, dari halus ke kasar. Apalagi kalau dipraktikkan, seperti kasus smackdown yang dulu itu lho. Bahkan ada yang sampai patah tulang kaki, tangan, malah sampai ada yang meninggal.

Kebanyakan remaja berpendapat komik adalah sarana untuk menghilangkan bosan alias kejenuhan dan mengisi waktu luang. Komik juga bisa menjadi salah satu pemicu bagi remaja untuk suka membaca dan berkarya. Ada juga yang memanfaatkanya sebagai selingan saat bosan terhadap pelajaran tertentu. Dengan kata lain membaca komik disaat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Waduh, untuk yang ini jangan ditiru ya...!

Banyak komik Jepang yang beredar di Indonesia, namun tidak semua komik tersebut menyajikan gambar dan jalan cerita yang mendidik. Contohnya, terdapat gambar yang tidak sopan, jalan cerita yang terlalu mengada-ada. Bahkan ada beberapa komik Jepang yang ditujukan untuk remaja berusia diatas 17 tahun tetapi dibaca oleh anak-anak berusia kurang dari 15 tahun. Sedangkan komik Indonesia di mata remaja masih kurang menarik dan belum begitu dikenal oleh masyarakat luas. Jalan ceritanya pun masih belum begitu menarik dan terbatas.

Sobat, Nida. Sebenarnya pengaruh komik terhadap perilaku remaja itu tergantung pada remajanya sendiri. Jika remaja tersebut mudah terombang-ambing, belum bisa membedakan yang benar dan salah, serta masih dalam proses pencarian jati diri. Maka remaja tersebut dapat mengikuti hal negatif yang terkandung dalam komik tersebut, begitu pula sebaliknya.

Berdasarkan survai yang telah dilakukan, banyak peminat komik yang gemar membaca tentang petualangan, kemudian misteri, percintaan dan fantasi. Oleh karena itu Sobat Nida, kita harus pandai-pandai dalam memilih komik yang memang bermanfaat bagi kita sebagai penikmat komik.

Wawancara

Apa pengaruh komik terhadap perilaku keseharianmu?

“Tambah semangat, Joss…! Semangat dalam mengisi waktu.” (M. Haedar Abdul Majid, kelas VIII

“Tambah semangat dan pinter. Contohnya baca Detektif Conan, ada pengetahuannya.” (Naufal Syarif Farras, kelas VIII A)

“Menurutku komik tidak ada pengaruh apa-apa terhadap keseharian kita. Aku baca komik cuma buat refreshing.” (Rihadatul Aisy, kelas VIII C)

“Komik yang aku suka itu Detektif Conan. Setelah membaca komik itu, aku jadi suka coba-coba mecahin masalah kayak Conan, hehehe…” (Muthi’ah Sa’idah, kelas IX C)

“Menurutku komik tidak ada pengaruh apa-apa terhadap keseharianku.” (Aurora Amira, kelas VIII D)

“Menurut saya tidak ada pengaruh apa-apa.” (Ust. Akhsanul Fuadi, Wakasek Kesiswaan)

“Setelah membaca komik-komik Jawa, saya jadi lebih mudah menghafal nama tokoh wayang. Padahal, tokoh wayang itu banyak sekali dan susah menghafalnya. Jadi lebih mudah belajarnya.” (Ustd. Dhian Yulia Krishantari, Guru B. Jawa)



Polling

1. Apakah kamu suka komik?
Ya : 47%
Tidak : 8%
Tergantung : 45%

2. Komik apa yang paling kamu suka?
Petualangan : 50%
Misteri : 26%
Percintaan : 10 %
Fantasi : 14%

3. Apakah yang menarik dari suatu komik?
Covernya : 2%
Gambarnya : 18%
Jalan ceritanya : 78%
Pengarangnya : 2%

4. Versi komik mana yang kamu suka?
Jepang : 86%
Indonesia : 14%

5. Apakah membaca komik tidak menyita waktu belajar kamu?
Ya : 10%
Tidak : 46%
Mungkin : 44%


Tips Cara Oke Membeli Komik...

Sobat Nida... ada tips oke untuk memilih komik dengan rumus "6M"

1. Melihat :
Tentunya kalau mau membeli komik, dilihat dulu harganya dan judulnya, ya nggak?
2. Memilih
Setelah melihat, kita bisa memilih komik dengan cara melihat ringkasan cerita (biasanya di belakang). Terus, kita timbang banyak positif dan negatifnya sebelum memutuskan.
3. Membeli
Kalau komiknya bagus isinya, ya udah beli aja. Siapa tahu bermanfaat.
4. Membaca
Kalau udah dibeli ya kita baca. Ambil hikmahnya ya, jangan cuma dibaca doang!
5. Merawat
Terus komiknya jangan lupa dirawat biar nanti bisa dibaca turun-temurun sampai ke cucu kita atau kalau kita mau baca ulang juga masih bisa.
6. Mengamalkan
Setelah dibaca tentunya ada sisi positifnya dan itu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,contohnya:ada karakter dalam komik yang suka menolong orang.


LBB PADMANABA 2009, Pendaftaran Telah Dibuka!

Tahun ini untuk memeriahkan PPHP 67, Bhayangkara Padmanaba kembali menyelenggarakan Lomba Baris Berbaris tingkat DIY-JATENG yang diperuntukkan bagi SMP dan SMA sederajat dengan tema ‘Bakti Indonesia’. LBB ini akan diselenggarakan di kompleks Monumen Jogja Kembali pada tanggal 22 November 2009. Selain memperebutkan trophy gubernur, dalam LBB ini akan diperebutkan juga beberapa award dengan kategori tertentu.

PENDAFTARAN
Tanggal : 29 Oktober 2009 – 20 November 2009
( hari Minggu libur )
Jam : 14.45 – 17.00 WIB
Biaya pendaftaran : Rp 50.000 per peleton
(setiap sekolah dapat mengirimkan maksimal 6 peleton)
Tempat : Sekretariat Lomba Baris Berbaris Padmanaba 2009 SMA Negeri 3 Yogyakarta, Jalan Laksda Laut Yos Sudarso 7 Yogyakarta



PENDAFTARAN ONLINE
Dapat juga melalui pendaftaran online dengan cara :
1. Melakukan PENDAFTARAN ONLINE [klik di sini]
2. Mendownload FORMULIR PENDAFTARAN [download-335KB] dan MATERI GERAKAN LOMBA [download-330KB]
3. Formulir pendaftaran yang telah diisi lengkap wajib dibawa pada saat pembayaran yang dapat dilakukan di sekretariat sesuai dengan jadwal pendaftaran di atas

CP Rauf (085729294039) dan Sari (085643905566)
Sumber :http://bhayangkara.padmanaba.or.id/lbb-2009/

Mohon Doa dan Restu




Maha Suci Allah yang telah menciptakan Mahkluk-Nya
berpasang-pasangan
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah
kami nikahkan Putra-Putri kami

Miratun Khasanah, S.Si
Putri Bapak. Yusuf, Ama, Pd dan Ibu Istinganah

dengan

Toni Hermanto, A.Md
Putra Bapak. H. Kusmiadi dan Ibu Hj. Nanik

Untuk mengikuti sunnah Rasulmu dalam rangka
membentuk Keluarga yang
Sakinah Mawaddah Wa Rahmah

Akad Nikah Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari Minggu, 18 Oktober 2009
Pukul : 09.00 WIB
Bertempat di Masjid Al-Falah
Dusun Soman 1 Rt.3 Rw. 2 Selomartani Kalasan
Sleman Yogyakarta

Select Menu